Open Trip VS Share Cost

officialnomaden_BYDbuLslE8Z

Jadi lu hobi traveling, uda jalan kemana aja?
Kalo liburan jalan sendiri atau pake tur?
Lebih enak mana, jalan sendiri backpackeran atau ikut open trip?

Mereka yang hobi traveling, setidaknya pasti pernah diberondong dengan pertanyaan-pertanyaan di atas. Kalau jalan-jalan, biasanya jalan sendiri atau ikut tur. Seiring berkembangnya tren traveling, semakin banyak pula operator tur yang bermunculan, dari yang bernama besar dan punya bekingan kuat sampai yang ecek-ecek.

Untuk para backpacker, kita pasti akrab dengan istilah share cost, yakni trip patungan dengan berbagi biaya baik dari transportasi, penginapan, logistik dan lain-lain. Sementara traveler yang gak mau pusing lebih suka ikut open trip. Tak perlu repot-repot urus ini itu karena ada travel agent yang mengaturnya, tinggal datang dan pulang bawa ratusan foto buat share di socmed.

Sebenarnya tak ada yang salah dengan open trip maupun sharecost. Bagi yang sibuk dan mau liburan singkat tanpa perlu repot bisa ikut open trip. Sedangkan yang bajetnya terbatas bisa cari share cost dengan tujuan sama dan harus siap jadi seksi repot (susah senang tanggung bersama bung, jangan seperti raja yang cuma mau dilayani). Gue pribadi pernah ikut open trip maupun share cost, dan disini gue akan menceritakan suka-duka saat ngetrip dengan kedua ‘metode’ tersebut. Let’s start it..

OPEN TRIP

Yang pertama pengen gue bahas adalah open trip. Sejatinya sih lumayan enak kalo ikut OT, tinggal bayar dan ongkang-ongkang kaki selama jalan-jalan. Namun, open trip juga memiliki kekurangan. Open trip bukan hanya dibuat oleh travel agent saja, tetapi juga komunitas traveling. Bedanya, harga open trip dari komunitas traveling lebih murah, apalagi jika mereka punya nama besar dan banyak sponsor.

habibi_yuni_BMMLdztgW26.jpg

Gue bahas dulu kekurangan dari open trip. So, bisa jadi pertimbangan buat yang mau coba ikut OT.

Jangan tertipu dengan harga murah. Perhatikan fasilitas yang didapat serta destinasi-destinasi apa saja di dalam itinerary. Pernah suatu waktu gue ikut OT dimana harus tidur satu ranjang ber-4, rasanya uda kaya ikan asin dijemur. Ada juga cerita teman yang ikut OT tapi miss satu destinasi dan tidak ada ganti rugi atau setidaknya omongan ngeles dikit lah dari si travel agent. Lalu ada pula yang merasa tertipu karena fasilitas kamar hotel yang diberikan tidak sesuai harapan, kecil dan kotor.

Include-exclude dalam paket. Ke Labuan Bajo cuma 1 juta! Iklannya memang menarik, tapi itu gak termasuk tiket pesawat PP dan lu emang cuma jalan-jalan di Labuan Bajo, gak kemana-mana lagi. Jadi operator bebasin lu mau naik apa ke Labuan Bajo. Bisa pesawat, kapal atau berenang dari Tanjung Priok juga boleh. Jadi, perhatikan juga include exclude yang lu dapet baik dari akomodasi, transportasi sampai konsumsi. Jangan sampe buat makan aja lu kudu mancing ikan di tengah laut dulu.

Siapa Person in Charge. Ini yang pernah gue, atau elu-elu juga, alami saat ikut OT. Terkadang operator hanyalah pihak ketiga yang hanya nerima duit dari kita. Selebihnya kita akan dilempar ke guide lokal yang katanya adalah ‘tim’ mereka. Inilah jeleknya ikut OT dimana mereka tidak terlibat langsung, dalam konteks ini, sebagai tour leader. Tak heran banyak peserta merasa rugi karena fasilitas yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan karena guide lokal juga punya ‘aturan’ sendiri. Gue pernah jadi saksi mata seorang peserta trip yang terluntang-lantung di pelabuhan selama 3 hari gara-gara gak dapet tiket kapal, dan si travel agent gak bisa dihubungi. Lemesh liatnya tsaayy…

habibi_yuni_BMJPSCiAHBL.jpg

Destinasi yang terbatas. Bayangkan jika ada banyak hidden wonders di tempat tersebut tapi gak bisa lu eksplor. Alasan kenapa gak bisa kesana ya karena tidak tercantum di dalam paket. Open trip biasanya hanya mengakomodir destinasi mainstream.

Okay, open trip juga punya beberapa kelebihan. Jadi jangan lihat jelek-jeleknya dulu ya. Inilah privilege yang lu dapetin kalo ikut OT.

Praktis dan gak ribet. Datang, duduk, jalan-jalan, foto-foto, selfie, makan, tidur, pulang. Lu gak perlu repot ngurus segala macam tetek bengek ini itu karena sudah ada yang mengatur. Tinggal ngikutin instruksi dari tour leader dan patuhi aturan selama acara berlangsung.

Bertemu kawan baru. Pergi sendirian? Gak perlu takut dan ikut OT aja. Mungkin lu pergi sendiri, tapi disana lu akan bertemu dengan kawan-kawan baru atau mungkin juga akan bertemu jodoh disana. Sayangnya, pertemanan dari open trip biasanya tidak berlangsung lama. Setelah trip selesai, semua sibuk dengan urusan masing-masing.

habibi_yuni_BMN7s5YgpO3.jpg

Harga bersaing. Seperti yang gue bilang, ada banyak travel agent yang menawarkan paket open trip dengan harga bersaing. Kita bisa pilih sesuai bajet dan fasilitas di dalamnya. Jangan lupa cek track record dari travel agent tersebut, bisa dari testi di web sampai komentar socmed milik mereka.

Person in charge yang jelas. Enaknya ikut OT, kalo lu merasa gak puas lu bisa komplain langsung ke tour leadernya. Setidaknya ada pelampiasan kekesalan kalau tripnya tidak sesuai harapan. Misalnya makanannya kurang enak, mobilnya mogok di tengah jalan atau kasurnya kurang empuk.

SHARE COST

Ikut open trip ada enak-gak enaknya. Gak enaknya, biasanya harga lebih mehong. Mau trip semurah apapun harga pasti sedikit lebih mahal. Yah harap maklum aja, namanya juga orang dagang pasti mau untung. So, bagi yang mau cari murah tapi berkualitas bisa coba ikut share cost.

Share cost adalah perpaduan gaya backpacker dalam suatu kelompok yang berbagi biaya alias patungan. Jadi gak ada yang untung atau rugi, semuanya jelas dan transparan. Cost yang di-sharing bisa dari transportasi, penginapan, makan, dan lain-lain. Bagi yang hobi ‘ngegembel’, share cost adalah pilihan tepat. Tapi SC kurang cocok buat pejalan cantik nan manja.

lattyynt_BWZ5h2OnFLv_1.jpg

Kali ini gue mau bahas lebih dulu apa kelebihan dari share cost. Kenapa bukan jeleknya dulu, yah suka-suka gue lah. Wkwkwk. Tanpa banyak bacot, check it out..

Lebih murah. Yes! Ini yang paling gue suka dari share cost. Harga lebih murah daripada lu ikut OT. Sebagai perbandingan, harga OT ke Ujung Kulon berkisar 700 ribuan, sementara kalo ikut SC harga gak nyampe 500 ribu. Selain itu, setelah trip selesai ada pula laporan keuangan dan pengeluaran agar transparan dan kita tahu apakah kas surplus atau minus.

Bersifat kekeluargaan. Karena tak ada person in charge jadi semua kebutuhan dan keperluan dirundingkan bersama-sama. Ada pembagian tugas selama acara trip berlangsung dari yang ngurus transport, kumpulin dan catat duit, pesan makanan, dsb. Pokoknya semua kerja, susah senang ditanggung bersama sehingga rasa kekeluargaannya lebih terasa.

Destinasi yang fleksibel. Dalam penyusunan itinerary, yang bisa berubah sewaktu-waktu baik karena cuaca maupun waktu, kita bisa merundingkan kembali besama kawan-kawan lainnya. Bisa dengan voting sehingga tercapai kesepakatan bersama. Jadi, kalau punya usul buat cari surga tersembunyi bisa banget, dengan catatan semua peserta juga setuju.

dsc09557_1.jpg

Bebas. Dalam artian kita bisa bebas mau kemanapun dan selama apapun dan tidak ada yang mengatur. Bebas juga mau foto-foto cantik, eksplor destinasi atau hanya duduk santai atau tidur-tiduran saja. Namun jangan lupa bahwa sebelum tur dimulai sudah ada aturan yang disepakati bersama.

Itulah kelebihan ikut SC. Lalu apa kekurangannya? Silakan lanjutkan di bawah..

Rela ngegembel. Share cost memang murah, tapi konsekuensinya kita harus siap ngegembel. Jika biasa tidur di kasur, mungkin lu akan nenda atau tidur di homestay atau rumah warga dengan kondisi rumahnya masing-masing. Pernah sekali waktu gue nginep di rumah warga yang listriknya cuma nyala dari maghrib sampai tengah malam. Kalo makan biasa sudah disiapin, kini makan harus sendiri-sendiri atau harus masak dulu. Untuk transportasi, yang gembel kelas berat ada yang rela jalan kaki atau sewa mobil pick up. Yang penting murah meriah dan bisa jalan-jalan.

Tak ada PIC. Meski dalam share cost ada ketua atau leader yang menjadi ‘penangung jawab’ dari trip tersebut, sejatinya ia bukanlah person in charge dan mungkin tugasnya hanya membuat itinerary, mencari peserta dan mengumpulkan uang kas. Jadi segala macam urusan tanggung jawabnya akan dibagi rata ke semua peserta. Tak ada waktu untuk liburan manja kawan.

Sulit mencari SC yang sesuai. Lu pengen ke Belitung, tapi gak ada SC yang sesuai dengan waktu lu. Atau mau ke Raja Ampat tapi gak ada SC dengan harga yang cocok. Meski di jaman sekarang kita dimudahkan dengan internet untuk mencari trip share cost, terkadang sulit mencari SC dengan bajet dan waktu yang cocok.

lattyynt_BWZ5oeCna6p_1.jpg

***

Sejatinya baik open trip maupun share cost memiliki tujuan yang sama, yaitu sama-sama bawa kita jalan-jalan. Beberapa travel agent sudah memiliki jadwal open trip yang fixed. Sementara untuk share cost kita bisa menunggu trip yang cocok atau kita saja yang bikin trip tersebut.

Semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tak ada yang salah kalo ngegembel gara-gara ikut share cost, atau gak mau capek dan ikut open trip aja. Gue sendiri pernah baca blog dari seorang travel blogger yang lebih suka ikut OT. Lalu ada pula open trip rasa share cost yang dihelat oleh komunitas traveling, contohnya Backpacker Jakarta.

So, gue pribadi gak bisa bilang mana yang lebih baik antara open trip maupun share cost. Semua kembali ke selera masing-masing, sesuai bajet dan waktu liburnya juga. Kalau ingin cari gampang silakan ikut open trip, tapi kalau mencari suasana kekeluargaan dan harga miring ikut share cost yo monggo.

Akhir kata, selamat berlibur kawan..

Advertisements

7 thoughts on “Open Trip VS Share Cost

    1. Iya mba Adriana, sbenernya kalo kita pergi sama teman2 atau kerabat dekat jg bisa dibilang share cost..
      Pemakaian istilah share cost mungkin lebih cocok untuk backpacker2 yg gak saling kenal..
      Trims uda mampir mba 🙂

      Like

    1. Iya, makanya kn ditulis harga gk nyampe 500rb. Mentok2 segitu uda all in..
      Tahun ini semoga bisa jalan2 lg full team.. Hahahaha

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s