Trip Retjeh, Solusi Untuk “Butuh Piknik Akut”

2018-06-29-07-49-38

Beberapa waktu lalu gue berkesempatan menjadi CP “trip retjeh” atau lebih tepatnya guide city tour keliling kota. Jika kalian senang berselancar di linimasa Instagram, cobalah sesekali mengintip akun @jktgoodguide atau @jakartafoodtraveler. Kedua akun ini adalah operator tur penyedia jasa keliling kota Jakarta dan sekitarnya.

Tur mereka berkonsentrasi di suatu wilayah dengan tema berbeda-beda namun memiliki konsep yang sama, walking tour. Jadi para peserta yang berminat ikut serta akan berjalan kaki di sepanjang jalan serta dibimbing dan diberi informasi di setiap tempat/spot oleh para guide profesional. Biasanya kita cukup membayar biaya guide saja. Biaya makan, minum, ngemil dan oleh-oleh ditanggung masing-masing peserta.

Beberapa destinasi yang menjadi dagangan para operator tur ini antara lain Chinatown (tur keliling Glodok), Old Town Batavia (keliling daerah Kota Tua), Little India (Pasar Baru), Wisata Kebhinnekaan (mengunjungi rumah-rumah ibadah), Portuguese Village (kawasan Tugu Koja), Wisata Warisan Ahok (Taman Kalijodo, Balai Kota, Masjid Hasyim Ashari) dan lain-lain.

Oke, yang mau gue tekankan disini adalah gue bukan menjadi guide kedua operator tersebut. Yah, anggap saja gue sedang soft selling dan berbaik hati mempromosikannya di blog ini. Hahahha.

P_20180627_141719_vHDR_On

AWAL MULA TRIP RETJEH

Pertama kali menjadi CP “trip retjeh” berawal dari obrolan ngalor ngidul di sebuah resto fastfood berinisial McD di Sarinah Thamrin bersama teman-teman komunitas Kubbu. Meet up kamipun juga berawal dari ajakan nobar gratis di Perpusnas dari komunitas Disneysia dimana gue mengkoordinir teman-teman Kubbu untuk berpartisipasi sebagai penonton bayaran.

Usai menonton, kami melanjutkan diskusi dan kongkow di resto tersebut dan mulai membahas banyak hal, salah satunya adalah pura di Jakarta yang kental akan suasana Bali. Beberapa dari kami menyatakan ketertarikan untuk mengunjungi tempat tersebut. Sejujurnya saat itu gue sedikit skeptis, karena berpikir sepertinya ini hanya akan menjadi wacana saja.

Keesokkan harinya, ketika membuka Instagram, mata gue tertuju pada postingan dari Jakarta Good Guide dimana mereka akan mengadakan tur keliling rumah ibadah dengan tema “A Walk to Understand: The Diversity of Faith, Belief and Religion in Indonesia“. Tur ini berpusat pada rumah ibadah di sekitar Gambir.

Terinspirasi dari tema tersebut, mulailah gue sounding ke salah satu grup yang isinya adalah orang-orang yang kemarin ikut kongkow di McD (kadang gue suka empet, banyak grup WhatsApp tapi isinya dia-dia juga. Wkwkwk). Kebetulan ada hari libur dadakan dimana pilkada serentak diselenggarakan di beberapa daerah dan Jakarta yang meski ribut pilkadanya telah (belum) selesai ikut ketiban durian runtuh. Btw, saat itu berita libur nasional masih simpang siur dan belum resmi ditetapkan (dan tak berapa lama kemudian akhirnya di-SAH-kan).

“Guys, kalau misalkan tanggal 27 Juni besok libur, gimana kalau kita bikin tur dengan tema “A Walk to Understand: The Diversity of Faith, Belief and Religion in Indonesia”. Jadi kita keliling ke rumah-rumah ibadah yang kita omongin kemarin.”

Kira-kira begitulah bunyi pesan gue yang nyontek abis konsep dan tema dari Jakarta Good Guide. Wkwkwkkwk.
Tak disangka, ajakan ini disambut baik oleh yang lain. Setidaknya waktu libur dadakan ini bisa diisi dengan sesuatu yang bermanfaat. Mas Achi sebagai Co-CP (uhuk) memberikan beberapa rekomendasi tempat ibadah yang akan dikunjungi. Kami juga tidak menjiplak konsep operator tur yang hanya berpusat di satu tempat. Rumah-rumah ibadah yang dikunjungi jaraknya bahkan berjauhan.

Akhirnya tour dengan nama lain “Diversity Walking Tour” ditujukan untuk komunitas Kubbu dan terbatas hanya untuk 15 peserta (because this is the first time for us). Ternyata antusiasme para peserta sangat tinggi, bahkan ketika trip ini selesai banyak yang menyesal karena tidak bisa ikut atau kuota sudah penuh.

Beberapa peserta yang ikut juga turut menyampaikan testimoninya ke gue pribadi dan memberi masukan dan kritik membangun jika suatu hari akan mengadakan tur keliling rumah ibadah lagi. Anyway rumah-rumah ibadah yang kami singgahi adalah Pura Aditya Jaya di Rawamangun, Masjid Ramlie Musofa di Sunter, Hare Krishna di Pasar Baru lalu Gereja Katedral dan Majid Istiqlal di Gambir.

ANOTHER TRIP RETJEH

Setelah tur rumah ibadah, beberapa dari kami memberikan ide untuk walking tour berikutnya. Ada yang mengusulkan tur keliling Glodok alias kawasan pecinan dan meminta gue kembali menjadi CP. Tujuan utama adalah mencicipi kopi Tak Kie yang legendaris serta rumah-rumah ibadah disana.

Sejujurnya gue sedikit males dan juga bosen jika harus ke Glodok. Pertama, waktu kecil gue sering diajak nyokap untuk main kesini, lalu sekolah gue pas SMA juga nggak jauh dari Glodok. Apalagi saat masuk ke dunia kerja, kantor pertama gue berada di kawasan Glodok, tepatnya di seberang Lindeteves Trade Center. So, gue emang agak-agak bosen gimana gitu kalau ke Glodok. (Baca juga di “Mencicipi Kuliner Pecinan Djadoel”)

Namun beberapa orang merongrong untuk mengadakan tur ke Glodok, Titi adalah orang pertama yang ngebet namun ternyata rencana tripnya batal karena satu dan lain hal. Minggu depannya, giliran Derus yang merongrong untuk mengadakan tur ke Glodok. Gue pun mengiyakan dengan syarat dia yang mengumpulkan massa.

IMG-20180714-WA0006

Bisa dibilang trip ini agak dadakan kaya tahu bulat karena baru di-annouce di H-2 (yang pertama juga dadakan sich). Akhirnya Derus sebagai Co-CP mengajak teman-teman dari grup “Teman Winny” dimana dua bulan lalu kami sempat jalan-jalan ke Danau Cigaru Cisoka dan Tebing Koja di Tangerang (Selengkapnya baca di “My Trip with Winny and Friends”).

Tak diduga, mereka merespon dan hampir semua penghuni di grup ikut serta. Derus juga mengajak kawannya, Gusti yang sedang diklat di Jakarta dan dua orang anggota Kubbu, Chaca dan Kalena, dua anak baru yang pastinya harus diospek (just info, Kalena baru datang pas kita udah mau pulang #ngenest #wkwk).

Tur kali ini diberi tema “Chinatown Faith and Food Tour” dimana kami mengunjungi rumah-rumah ibadah dan mencicipi kuliner di Glodok. Rumah ibadah yang kami kunjungi adalah Vihara Dharma Bakti atau Jin Da Yuan, Gereja Santa Maria de Fatima dan Klenteng Toa Se Bio. Kami juga sempat berkunjung ke toko obat Cina atau Apotik Ban Seng.

Disana, kami mencicipi beberapa kuliner yang pastinya halal (karena beberapa di antara kami muslim). Salah satu alasan kenapa gue menjadi CP trip ini adalah untuk merekomendasikan makanan, agar mereka yang ragu pada makanan yang asing atau baru pertama kali dilihatnya jadi tahu apakah makanan tersebut halal atau tidak. Bahkan ketika di Pasar Petak Sembilan, Chaca bertanya daging yang digantung dan gue jelaskan itu adalah babi panggang alias Samcan #nguik #oink #oink.

IMG-20180714-WA0045

Kuliner-kuliner yang kami cicipi juga cukup lengkap, mulai dari menikmati teh gratis dari tradisi Patekoan, Es Kopi Tak Kie, Mipan, Rujak Shanghai, Suikiau sampai Choipan. Sebenarnya masih ada makanan lain yang belum mereka cicipi seperti Pia Lao Beijing, Mie Belitung dan Ci Cong Fan yang pedagangnya sekarang sulit sekali ditemukan (fyi, semua yang gue rekomendasiin terjamin kahalalannya).

Salah satu teman kami, Leni bahkan sudah mengulas reportase trip ini di blognya (good job Len, wkwk). Anyway, dari komentar-komentar di blog tersebut banyak yang merekomendasikan kuliner di Gang Gloria seperti Mie Kangkung, Kari Lam, Gado-Gado Direksi dan juga Bakso Wonogiri yang sudah kesohor itu (meski bakso ini bukan di Gang Gloria). Beberapa peserta yang ikut tur bahkan mendesak untuk diadakan tur Glodok Part 2 dengan fokus utama wisata kuliner.

Hhhhmmmm… begini.. tanpa bermaksud menyinggung, bagi gue pribadi jika lu baru pertama kali ke Glodok dan cuman makan di Gang Gloria, itu sih sama aja kaya lu ke luar negeri terus makan di McD #pppffftttttt. Di Glodok ada banyak kuliner menarik dan gue merasa lebih baik mengajak mereka mencicipi kuliner yang “agak aneh” biar terasa aura “Chinatown” atau pecinannya. Gang Gloria bisa jadi opsi terakhir jika sudah dua-tiga kali ke Glodok.

Tidak salah sih kenapa Gang Gloria selalu dijadikan rekomendasi. Selain sudah ngehits, makanan yang direkomendasikan disana memang terjamin kehalalannya (meski di depan gang masih banyak penjual kuliner nonhalal). Alasan kedua, banyak pengunjung yang masih worry akan kehalalan jika makan di tempat-tempat selain gang Gloria.

IMG-20180714-WA0031

Trip inipun akhirnya bisa selesai hanya dalam lima jam. Sengaja agar tidak berlama-lama karena gue udah bilang ke Derus, maksimal jam dua siang selesai. Alasannya, karena sore gue harus menghadiri undangan dinner sebuah Restoran Gastronomi di Kemang, monmaap CP-nya orang sibuque. Wkwkkwwk.

KENAPA DISEBUT TRIP RETJEH?

Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa gue menyebutnya sebagai trip retjeh. Sama seperti judulnya, trip ini memang menjadi solusi untuk mereka yang butuh piknik akut. Siapa mereka? Tentu saja para sobat miss queen, baik yang miss queen duit, miss queen waktu sampai miss queen kasih sayang karena weekendnya di rumah terus (sedih banget lu mblo). Wkwkwkkw.

Kesibukan kerja bagai quda dimana weekend saja masih tetap masuk, ditambah dana yang tipis membuat rencana liburan mereka tertunda. Solusinya, tentu saja ikut trip-trip retjeh macam ini. Januari kemarin, gue bahkan pernah sekali ikut tur yang diadakan oleh Jakarta Food Traveler (Silakan baca di “Eksotisme Kampung Portugis”).

IMG-20180628-WA0078_1

Daripada menunggu kapan mengambil cuti panjang atau kapan dana terkumpul, ikut trip retjeh keliling kota ini bisa menjadi alternatif pilihan. Dana yang dikeluarkan juga tidak besar, rangenya sekitar 100-200 ribu sudah include transport dan makan + biaya guide (jika ikut tur). Tur yang gue bawa pun bersifat sharecost, bahkan bayar on the spot masing-masing.

Beberapa manfaat bila para sobat miss queen ikut trip retjeh adalah:

  • Mengenal kota Jakarta. Sejujurnya gua sendiri baru tahu di Rawamangun ada pura, lalu ada juga peserta yang sudah lama tinggal di Jakarta tapi nggak tahu Glodok ada dimana. Karena itu trip retjeh akan membawa kita mengenal ibukota lebih jauh dan lebih dalam lagi. Jujur saja, kalian yang tinggal di Jakarta pasti belum menjelajahi semua sudut kotanya kan.
  • Belajar sejarah dan budaya. Bagi yang menyukai sejarah dan budaya, trip retjeh bisa menjadi media pembelajaran yang efektif, dengan catatan ada guide profesional yang menjelaskan. Kalau ikut trip gue, maap aja nih gue hanya sekedar CP. Untuk informasi lebih lengkap bisa tanyakan kepada petugas/penjaga setempat. Meski ada sedikit kenangan buruk dimana suatu kali penjaga rumah ibadah memberikan keterangan layaknya janji gubernur di Pilkada. Kata-katanya indah, tapi yang denger kagak ada yang paham sama omongannya.
  • Bertemu teman baru. Ada yang bilang jodoh itu rahasia ilahi. Kita tidak tahu kapan dan dimana akan bertemu dengannya. Dengan mengikuti trip retjeh, bisa saja kita bertemu dengan kawan-kawan baru yang bisa menjadi saudara atau mungkin jodoh kita. Teringat perkataan Gusti saat kami makan siang dan ada yang menyinggung soal jodoh, “lha, memangnya kalian nggak ada yang saling nyantol?” kata Gusti yang kemudian dijawab dengan bijak “kita temenan aja ya, kamu terlalu baik buat aku. Walaupun kita belum terlalu saling mengenal, tapi aku tahu kamu pasti orang baik” #ppreeetttt.
  • Quality time. Trip retjeh dengan waktu dan bajet minimalis adalah pilihan bagi mereka yang menginginkan liburan singkat yang berkualitas. Dengan mengikuti trip retjeh, hari libur juga lebih bermanfaat dan berfaedah, khususnya bagi mereka yang sudah kehabisan stok foto untuk di-upload ke media sosial. Pilihannya juga banyak, ada yang mengunjungi museum, tempat bersejarah, kuliner legendaris sampai kuburan #hihihihi.

IMG-20180715-WA0019

Itulah beberapa manfaat jika sobat miss queen ikut trip retjeh. Selain menambah wawasan dan pengetahuan baru, trip retjeh juga akan menjadi salah satu pengalaman hidup kala menjadi turis di kota sendiri #wkwk. Jika ada waktu luang dan ingin mencoba jalan-jalan yang anti mainstream, trip retjeh berkeliling kota adalah pilihan yang tepat.

So, buatlah hari libur dan weekend kalian bermanfaat. Sampai bertemu di tur keliling kota berikutnya.

 

Regards,

CP Trip Retjeh

Advertisements

75 thoughts on “Trip Retjeh, Solusi Untuk “Butuh Piknik Akut”

  1. Gang Gloria bak McD…. hahahahaaaaa… tapi emang benar sih, Den, kalau makanan di sana bisa dijadikan acuan buat nyari yang halal. Gue mau rekomen Cong Fen aja mikir2 itu segala siomay dan lumpia yang turut meramaikan halal nggak? Kan dijualnya barengan dalam satu kotak.

    Like

    1. Mirip McD kalo dari sudut pandang mainstream, karena selalu itu-itu terus yang direkomen.. 😂
      Cong fan dan teman-temannya halal koq. Kalo kurang yakin tanya abangnya aja, paling yang mencurigakan hanya siomaynya pake daging apa itu (harusnya sih siomay ikan/ayam, bukan B2)..

      Liked by 1 person

  2. Ada poto gue dari yang bak peserta akademi fantasi sampai yang candid dengan mimik tidak terkontrol.. kwkwk.. kakak cepe jangan lupa ajak sobat miss queen lagi ya keliling jakarta.. kasian akutuh dan 5 taun dijakarta taunya monas ama kotu doang 😂😂

    Like

    1. Ya udahlah, sesama jomblo harus saling mendukung. 😂😂😂
      Kirain sobat miss queen satu ini belum pernah ke Ancol. Kalo gitu ke Kalijodo aja gih. 🤣

      Like

  3. Di tulisan ini, bang den menyuguhkan cerita _dengan isi yang sama, sudah ditulis oleh rekan lain_ dengan sudut pandang yang menarik. Keren Bang
    Terus asah kemampuan lateral nya ya…

    Like

    1. Trims Teh Tuty..
      Karena prinsipnya adalah bagaimana kita menjadi berbeda dan menarik namun tetap menjadi diri sendiri agar tulisan kita bisa dikenali sebagai “our trademark”.. 😊

      Like

      1. “our trade mark” wah noted pisan ini.
        terimakasih Bang Den untuk tipsnya.
        Kapan ada waktu, mau juga ah ikut trip retjeh dengan CPnya Bang Den. Seru abis nih, kayaknya

        Like

    1. Itu namanya sarkasme dalam sebuah tulisan. 🤭
      Nanti ya, ditunggu woro-woronya dan pastiin juga dek Antin nggak membohongi Tuhan lagi. 🤣🤣

      Like

    1. Tar ada invitation khusus buat MC kondang kitah 😉
      Gk bosen koq kalo ke Glodok lagi asal jalan sama orang2 yg seru. Hehe

      Like

  4. Pengen juga nih ikut trip retjeh yang diversity walking tour. Pengen banget masuk ke katedral jakarta. Penasaran sama dalemnya gereja. Kalau sendirian ke sana. Tar cuma clingak clinguk ga jelas.

    Like

  5. Wah suka bengat sama tulisan ini. Kenapa? Karena aku jadi tau lokasi-lokasi lain di jakarta. jujur dari tempat-tempat yang dibahas, masih banyak banget tempat yang aku baru tau!

    Like

    1. Iya kak. Bahkan orang yang tinggal bertahun-tahun di Jakarta aja banyak yang belum tahu tempat-tempat itu. Karena itulah sekarang tur keliling Jakarta laris manis. 😁

      Like

  6. titi mendesak kemudian nggak jadi jalan, Derus mendesak trip jadi. Benci aku tuh sama yang begini, nggak suka. HHa. BTW, thanks ya cp trip retjeh terbaik yang kemarin naik kelas jadi trip Papandayan. hha

    Like

    1. Titi teknik marketingnya kurang profesional. Kalo Derus kan langsung cari rakyat, sementara Titi cmn menunggu.. menunggu.. dan terus menunggu.. (pantesan jomblo trs #eh 🙊)

      Like

    1. Meeting bahas acara BV, trus bahas follower yg unfollow, bahas job blogger, trus baru bahas pura rasa Bali itu.. 😂😂😂

      Like

    1. Nanti ya mbak. Semua usul ditampung dulu. Kemarin itu kita tripnya dadakan sih, semoga walking tour berikutnya lebih terencana dengan matang.. 🙏🏼

      Like

  7. wkwkwk baca tulisan mas deny tuh selalu megap2 ngakak deh. kocak banget pembawaannya hahaha.
    btw, sebagai sobat miss queen kalo lagi butuh piknik akut bisa kali yaa ngejapri mas deny ini hahahaha

    Like

  8. “Terinspirasi dari tema tersebut, mulailah gue sounding ke salah satu grup yang isinya adalah orang-orang yang kemarin ikut kongkow di McD (kadang gue suka empet, banyak grup WhatsApp tapi isinya dia-dia juga. Wkwkwk).” -> 4 L, siapa saja nih anggotanya?

    “just info, Kalena baru datang pas kita udah mau pulang #ngenest #wkwk” -> Selalu saja ada yang ketinggalan, sama seperti mbaktiti dan Mbak Leni

    Ok, ditunggu trip retjeh selanjutnya, semoga bisa ikutan….

    Like

    1. Yah anggotanya yg itu2 aja, yg sering ikut trip dadakan 🤭🤭
      Tiap trip ada aja yg ketinggalan. Contohnya Mas Ris pas ke papandayan kemaren 🙊🙊

      Like

  9. Haiiii CP Trip terbaiq yang pernah ku temui! Hahahhaha.. It’s seriously, i meant it :p. Ahhhh aku ketinggalan yang trip receh ke glodok! Padahal pengen juga ikutan yang itu heuheu

    Liked by 1 person

    1. Hhhmmm..
      Planningnya sih ada, cmn gak tau eksekusinya kapan..
      Bisa koq, nanti saya kasih form pendaftaran buat jd member Sobat Miss Queen.. 😂😂

      Like

  10. Bagus-bagus banget ya tempatnya. Sayang aku waktu itu nggak bisa ikutan karena baru banget pulang mudik. Padahal udah mau dibawain kain-kain cakep buat foto-foto 😀
    Next ke mana lagi? Mau ikutan dong yang deket-deket tapi unik.

    Like

  11. Rasa iri hati mencuat ke permukaan saat selesai membaca artikel ini, sebab tak satupun dari dua trip receh ini yang aku ikuti. Next trip harus ikut,

    Like

    1. Iya, biar bisa liburan meski jaraknya deket2. Yg penting tetep waras di tengah tuntutan pekerjaan yg rentan stres. 😁

      Like

  12. Liat nih info A Walk to Understand: The Diversity of Faith, Belief and Religion in Indonesia“. Wara wiri di IG mau ikut cuman ragu libir atau ga. Pas ngeliat Kubbu posting kirain bagian dari A walk to understand. Ternyata berbeda dan modifikasi lain dr trip tsb.

    Baca artikel dr kubbu yang ikutan trip ini seru ya. Jadi pengen juga semoga nanti ada batch 2 kubbu ngadain Diversity Walking Tour dan ga kelewat infonya

    Like

    1. Iya, kita memang meniru dan memodifikasi konsep diversity walking tour yg sering wara wiri di IG.. 😊
      Next ikut yah kalo ada part 2 nya.. 👌🏼

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s